Tampilkan postingan dengan label agar terhindar dari banjir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label agar terhindar dari banjir. Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 Juni 2013

Pilih Rumah Bebas Banjir Sekarang!

www.viridia-townhouse.blogspot.com

Jika Anda sedang berencana membeli rumah di perumahan tertentu di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, maka saat ini adalah saat yang tepat untuk mengetahui apakah perumahan yang sudah Anda sasar bebas banjir atau tidak. Selain itu, ada beberapa hal yang wajib Anda perhatikan saat memilih perumahan.

Arsitek Rita Laksmitasari menyatakan, saat banjir melanda beberapa wilayah seperti yang terjadi saat ini, Anda tentu dapat melihat perumahan apa saja yang rawan banjir. "Ini adalah saat yang tepat untuk Anda mengukur kira-kira wilayah-wilayah mana yang harus dihindari dan mana yang aman, paling tidak bebas banjir," katanya kepada okezone, Kamis (5/5/2012).

Direktur Mitra Bangun Sekawan, salah satu perusahaan jasa arsitek ini pun membagikan beberapa kiat yang dapat Anda terapkan sebelum menentukan hunian pada perumahan tertentu. Di antaranya:

1. Lokasi perumahan

Lihat apakah lokasi perumahan tersebut dekat dengan sungai atau kali. Jika memang ada, maka berarti daerah tersebut besar potensi rawan banjir, jika terjadi hujan deras dan meluapnya air sungai. Kemudian, pastikan lahan tersebut bukan bebas rawa.

2. Jalan raya

Perhatikan letak jalan raya di sekitar perumahan. Jika lebih tinggi dari jalan dalam kompleks itu berarti tidak aman. Karena, air hujan dari jalan raya yang lebih tinggi pasti akan mengalir ke area yang lebih rendah, yakni jalanan dalam kompleks perumahan.

3. Saluran pembuangan dan penampung air
Perlu juga dilihat daya tampung air pada jalanan di sekitar perumahan. Apakah ada saluran pembuangan, seperti selokan dan bagaimana kira-kira daya tampung debit airnya, apakah memadai atau tidak.

4. Kontur tanah dan posisi rumah
Hindari kontur tanah perumahan yang letaknya di bawah jalan raya. Selain itu, posisi rumah harus lebih tinggi dari jalanan di depannya, paling tidak 50 sentimeter (cm). Hal ini untuk mengantsipasi genangan air karena hujan deras.

5. Jangan ragu bertanya pada pengembang
Tanyakan mengenai seluk beluk lokasi perumahan tersebut. Jangan sampai lahan tersebut adalah bekas rawa. Karena hal ini cukup berbahaya, mengingat air yang suatu saat dapat mencuar dari dalam tanah. Kemudian tanyakan apakah merupakan daerah langganan banjir baik yang tahunan maupun siklus lima tahunan.



*sumber : http://property.okezone.com/read/2012/04/05/472/606320/pilih-rumah-bebas-banjir-sekarang-saatnya

Senin, 18 Maret 2013

Tips Menghadapi Banjir


Beberapa saat yang lalu, banjir membuat aktivitas di Jakarta nyaris lumpuh. Tidak hanya di kawasan langganan banjir, air juga menggenangi pusat bisnis seperti Kuningan dan Sudirman-Thamrin.


Banjir diperkirakan akan mewarnai Ibukota hingga bulan depan. Untuk itu, tak ada salahnya jika Anda mempersiapkan diri menghadapi kehadiran banjir di rumah atau lingkungan Anda.


Sebelum Banjir 

  • Kerja bakti membersihkan saluran air.
  • Melaksanakan kegiatan 3M (Menguras, Menutup dan Menimbun) benda-benda yang dapat menjadi sarang nyamuk.
  • Membuang sampah pada tempatnya.
  • Menyediakan bak penyimpanan air bersih.

Saat Banjir 

  • Evakuasi keluarga ke tempat yang lebih tinggi.
  • Matikan peralatan listrik/sumber listrik.
  • Amankan barang-barang berharga dan dokumen penting ke tempat yang aman.
  • Ikut mendirikan tenda pengungsian, pembuatan dapur umum.
  • Terlibat dalam pendistribusian bantuan.
  • Mengusulkan untuk mendirikan pos kesehatan.
  • Menggunakan air bersih dengan efisien.

Sesudah Banjir 

  • Membersihkan tempat tinggal dan lingkungan rumah
  • Melakukan pemberantasan sarang nyamuk
  • Terlibat dalam kaporitisasi sumur gali
  • Terlibat dalam perbaikan jamban dan saluran pembuangan air limbah

Semoga bermanfaat.