Tampilkan postingan dengan label kamar mandi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kamar mandi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 Juni 2013

Pencahayaan Kamar Mandi

Pencahayaan merupakan salah satu unsur terpenting dalam kamar mandi. Tanpa adanya pencahayaan memadai, kegiatan di dalam kamar mandi tidak hanya sulit dilakukan, namun juga berbahaya baik bagi anak-anak, orang dewasa, maupun lansia.

Melakukan kegiatan di dalam kamar mandi tanpa pencahayaan tepat berisiko menyebabkan berbagai kecelakaan. Dalam rumah-rumah sederhana, pencahayaan kamar mandi umumnya hanya berasal dari satu sumber cahaya, yaitu lampu yang menempel di langit-langit kamar mandi.

Hal ini sebenarnya tidak salah, hanya saja, perlu dipastikan tak ada "ruang gelap" akibat bayangan dalam kamar mandi. Namun, bagi kamar mandi dengan fitur lebih kompleks, peningkatan kualitas pencahayaan dapat berupa pengurangan bayang-bayang dan cahaya menyilaukan. Hal ini bisa dicapai dengan beberapa sumber cahaya.


Sumber pencahayaan yang dapat Anda pertimbangkan pertama kali adalah pencahayaan di area wastafel atau vanity. Bagi perempuan, keseimbangan cahaya di tempat ini juga dapat memudahkan dalam menggunakan make up.

Umumnya, lampu di wilayah wastafel adalah lampu dinding. Pastikan lampu-lampu ini berada pada ketinggian yang tepat. Letakkan di sisi-sisi kaca untuk memberikan jumlah cahaya seimbang antara semua sisi kaca. Hal ini dapat mengurangi jumlah bayangan yang akan terbentuk jika Anda hanya memiliki satu sumber cahaya.

Sumber pencahayaan kedua yang sebaiknya Anda perhatikan adalah pencahayan di area shower. Setidaknya, berikan satu sumber pencahayaan di area tersebut. Jika memungkinkan, sertakan cahaya alami dari sinar matahari di dalam kamar mandi Anda. Untuk memastikan Anda tetap mendapatkan privasi, gunakan glass block, kaca berembun (frosted glass), atau tempatkan jendela jauh di atas dinding kamar mandi Anda.


Sumber pencahayaan ketiga berupa pencahayaan penunjuk. Cahaya ini penting bagi mereka yang memiliki masalah dalam penglihatan. Anda dapat menempatkannya di bagian bawah bathtub, di sisi-sisi lemari, meja wastafel, atau di sekeliling bagian bawah dinding kamar mandi Anda. Selain pencahayaan penunjuk ini, menggunakan warna ubin yang berbeda antara lantai kamar mandi dan lantai shower juga membantu penunjukkan area.

Agar Kamar Mandi Cepat Kering

 

Sebagaimana fungsinya, kamar mandi memang cenderung basah, bahkan walau disebut kamar mandi kering pun tetap bersinggunggan dengan air. Karena itu, menjaga kebersihan merupakan syarat penting harus dilakukan secara berkala.

Namun, selain menjaga kebersihan, ada tiga konsep penataan agar lantai dan dinding tidak mudah basah. Simak berikut ini:

Penyekat area basah
Area shower sebaiknya dipisah dengan penyekat agar air tidak membasari area di luarnya. Anda bisa mengggunakan shower curtain, shower box atau kaca.

Anda juga dapat membuat lantai di bawah shower lebih rendah 10cm - 15cm dengan kemiringan sekitar 10 derajat ke arah lubang pembuangan. Ini dilakukan agar air dapat mengalir lancar.

Pengudaraan dari kisi-kisi
Pintu kamar mandi harus memiliki sistem pengudaraan yang baik. Selain dari jendela, udara juga bisa dialirkan dari bawah pintu. Caranya, pilihlah daun pintu yang ada kisi-kisi di bagian bawahnya. Jadi, walau pintu ditutup ketika digunakan, udara tetap dapat masuk dari kisi-kisi ini. Alhasil, kamar aliran udara ini akan membuat lantai cepat kering.

Jalur aliran air
Seringkali kita menghiasi kamar mandi dengan batu koral yang ditaburkan di lantai. Agar lantai tetap kering, sebaiknya batu jangan hanya sekadar ditebarkan saja. Batu-batu yang basah terkena air akan lama keringnya karena air masih “menyelinap” di sela-sela batu sehingga lantai pun basah lebih lama.
Buatkan jalur batu, semacam parit kecil, yang posisi lantainya lebih rendah dari sekitarnya. Dengan pemisahan ini lantai di kamar mandi akan lebih bersih dan kering.

Perencanaan Baik Untuk Kamar Mandi Yang Nyaman

 

Ada baiknya Anda merencanakan seluruh proses membuat kamar mandi dengan seksama. Ini perlu, karena sangat terkait kenyamanan dan seluruh elemen yang berperan penting dalam mengakomodasi aktivitas dalam ruang.

Sebelum Anda menjebol dinding, memasang ubin atau membeli sesuatu, Anda perlu merencanakan kamar mandi di kertas dengan menggunakan grafik berskala. Hal ini akan memecahkan masalah yang berpotensi muncul, misalnya ketika Anda membeli bath tub yang terlalu besar untuk ruangan kamar mandi Anda. Atau, menghindari kemungkinan ternyata Anda tidak bisa membuka pintu kamar mandi ketika semuanya telah terpasang.

Nah, bagaimana sebaiknya merencanakan rancangan kamar mandi Anda? Anda bisa memulainya dengan mengukur semua dinding kamar mandi. Pindahkan semua dimensi pada selembar kertas grafik, lalu bekerjalah dengan skala.

Bila Anda telah menggambarkan garis bentuk kamar mandi yang menggambarkan bentuk dan ukurannya, tandai perlengkapan dalam ruangan yang tidak dapat dipindahkan, seperti jendela dan pintu. Namun, ingatlah untuk menambahkan ruang untuk membuka pintu. Selain, penting juga mempertimbangkan apakah pintu dapat ditata ulang sehingga dapat dibuka dengan arah sebaliknya dan memberikan sedikit tambahan ruang.

Tandai jalur pipa dan listrik, termasuk layout pipa air, saluran pembuangan, ventilasi, kabel dan tombol lampu. Pun, tandai langit-langit yang landai bila perlu.

Tentukan layout ideal untuk semua perlengkapan Anda. Pabrik biasanya menyertakan dimensi produk mereka di brosur sehingga Anda dapat merencanakan semua perlengkapan dengan tepat sesuai ukurannya masing-masing. Pastikan Anda memberikan ruang cukup untuk bergerak bebas. Juga ruang Anda bergerak dari satu tempat ke tempat lain. Cobalah beberapa konfigurasi sebelum menyelesaikan perencanaan Anda.

Tandai perlengkapan tambahan, misalnya rel handuk, tempat penyimpanan, tempat tisu, rak dan benda-benda permanen lain. Pastikan Anda memberikan cukup ruang di sekitar lemari dan tempat rias agar pintu dan laci dapat terbuka secara sempurna. Selain itu, pastikan ada tempat yang memadai di dekat wastafel dan bak mandi untuk sabun, sikat gigi, sampo, sabun cair dan toiletries lain.

Pikirkan pergerakan Anda di sekitar ruangan. Tanyakan pada diri Anda apakah semuanya diletakkan untuk kenyamanan Anda? Apakah ruangan mudah dan nyaman digunakan? Apakah aman? Apakah akan cocok untuk semua anggota keluarga?

Jangan lupa, walaupun kamar mandi luas merupakan suatu kemewahan, Anda tetap harus membuat perencanaan sebanyak bila kamar mandi Anda lebih kecil.