Pencahayaan merupakan salah satu unsur terpenting dalam kamar mandi.
Tanpa adanya pencahayaan memadai, kegiatan di dalam kamar mandi tidak
hanya sulit dilakukan, namun juga berbahaya baik bagi anak-anak, orang
dewasa, maupun lansia.
Melakukan kegiatan di dalam kamar mandi
tanpa pencahayaan tepat berisiko menyebabkan berbagai kecelakaan. Dalam
rumah-rumah sederhana, pencahayaan kamar mandi umumnya hanya berasal
dari satu sumber cahaya, yaitu lampu yang menempel di langit-langit
kamar mandi.
Hal ini sebenarnya tidak salah, hanya saja, perlu
dipastikan tak ada "ruang gelap" akibat bayangan dalam kamar mandi.
Namun, bagi kamar mandi dengan fitur lebih kompleks, peningkatan
kualitas pencahayaan dapat berupa pengurangan bayang-bayang dan cahaya
menyilaukan. Hal ini bisa dicapai dengan beberapa sumber cahaya.
Sumber pencahayaan yang dapat Anda pertimbangkan pertama kali adalah pencahayaan di area wastafel atau vanity. Bagi perempuan, keseimbangan cahaya di tempat ini juga dapat memudahkan dalam menggunakan make up.
Umumnya, lampu di wilayah wastafel adalah lampu dinding. Pastikan lampu-lampu ini berada pada ketinggian yang tepat. Letakkan
di sisi-sisi kaca untuk memberikan jumlah cahaya seimbang antara semua
sisi kaca. Hal ini dapat mengurangi jumlah bayangan yang akan terbentuk
jika Anda hanya memiliki satu sumber cahaya.
Sumber pencahayaan kedua yang sebaiknya Anda perhatikan adalah pencahayan di area shower. Setidaknya,
berikan satu sumber pencahayaan di area tersebut. Jika memungkinkan,
sertakan cahaya alami dari sinar matahari di dalam kamar mandi Anda. Untuk memastikan Anda tetap mendapatkan privasi, gunakan glass block, kaca berembun (frosted glass), atau tempatkan jendela jauh di atas dinding kamar mandi Anda.
Sumber
pencahayaan ketiga berupa pencahayaan penunjuk. Cahaya ini penting bagi
mereka yang memiliki masalah dalam penglihatan. Anda dapat
menempatkannya di bagian bawah bathtub, di sisi-sisi lemari, meja wastafel, atau di sekeliling bagian bawah dinding kamar mandi Anda. Selain
pencahayaan penunjuk ini, menggunakan warna ubin yang berbeda antara
lantai kamar mandi dan lantai shower juga membantu penunjukkan area.
Tampilkan postingan dengan label kamar mandi kering. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kamar mandi kering. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 15 Juni 2013
Agar Kamar Mandi Cepat Kering
Sebagaimana fungsinya, kamar mandi memang cenderung basah, bahkan walau disebut kamar mandi kering pun tetap bersinggunggan dengan air. Karena itu, menjaga kebersihan merupakan syarat penting harus dilakukan secara berkala.
Namun, selain menjaga kebersihan, ada tiga konsep penataan agar lantai dan dinding tidak mudah basah. Simak berikut ini:
Penyekat area basah
Area shower sebaiknya dipisah dengan penyekat agar air tidak membasari area di luarnya. Anda bisa mengggunakan shower curtain, shower box atau kaca.
Anda juga dapat membuat lantai di bawah shower lebih rendah 10cm - 15cm dengan kemiringan sekitar 10 derajat ke arah lubang pembuangan. Ini dilakukan agar air dapat mengalir lancar.
Pengudaraan dari kisi-kisi
Pintu kamar mandi harus memiliki sistem pengudaraan yang baik. Selain dari jendela, udara juga bisa dialirkan dari bawah pintu. Caranya, pilihlah daun pintu yang ada kisi-kisi di bagian bawahnya. Jadi, walau pintu ditutup ketika digunakan, udara tetap dapat masuk dari kisi-kisi ini. Alhasil, kamar aliran udara ini akan membuat lantai cepat kering.
Jalur aliran air
Seringkali kita menghiasi kamar mandi dengan batu koral yang ditaburkan di lantai. Agar lantai tetap kering, sebaiknya batu jangan hanya sekadar ditebarkan saja. Batu-batu yang basah terkena air akan lama keringnya karena air masih “menyelinap” di sela-sela batu sehingga lantai pun basah lebih lama.
Buatkan jalur batu, semacam parit kecil, yang posisi lantainya lebih rendah dari sekitarnya. Dengan pemisahan ini lantai di kamar mandi akan lebih bersih dan kering.
Langganan:
Postingan (Atom)