Tampilkan postingan dengan label properti. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label properti. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 November 2012

12 Alasan Mengapa Property Begitu Menguntungkan

www.thespring-residences.blogspot.com
Pertumbuhan properti di Indonesia menggembirakan. Hasil ini tak lain karena semakin banyaknya orang tertarik berinvestasi di bidang properti. Dibandingkan dengan sektor bidang lainnya, investasi properti dinilai aman dan stabil. Apalagi pasar properti Indonesia memiliki kekhasan tersendiri.

Dari sifat propertinya, investasi di bidang ini sangat "menggoda". Apa sajakah faktor yang "menggoda" itu? Mengutip tulisan pengamat properti Panangian Simanungkalit dalam bukunya "Rahasia Menjadi Miliarder Properti", ada 12 sifat properti yang membuat banyak orang memilih investasi ini. Yuk, disimak!
- Properti mengandung unsur keamanan yang kokoh, maka pilihlah secara bijak dan kelola dengan piawai
- Properti tidak akan menghilang
- Bila dipilih secara tepat, properti akan terus menghasilkan uang dari tahun ke tahun walau kondisi bisnis berubah-ubah
- Pemilik properti tidak akan tunduk pada manajemen orang lain
- Penghasilan dari properti yang dipilih secara tepat dipastikan berlanjut, stabil dan diikuti kenaikan nilainya
- Properti tidak likuid, karakter ini telah menghindarkan orang dari kerugian finansial
- Melekat rasa kepemilikan pribadi yang tidak didapati dari jenis investasi lain
- Jumlah properti terbatas, maka melekat fitur monopoli
- Properti memberikan penghasilan besar bila dipugar dan dikelola dengan baik
- Properti akan mengalami kenaikan nilai yang stabil bila diseleksi secara tepat
- Properti memenuhi kebutuhan manusia
- Properti selalu mendorong untuk memiliki tanah sebagai rumah, toko, dan kantor.

Tertarikkah Anda berinvestasi di properti?

(dikutip dari Kompas.com)

Investasi Property Yang Menjanjikan



www.thespring-residences.blogspot.com

Sekitar 50,5% masyarakat Indonesia condong membeli properti untuk kegunaan pribadi yaitu untuk tempat tinggal, kemudian sekitar 25,3% membeli properti untuk investasi dengan cara disewakan dan sekitar 24,2% membeli untuk dijual lagi. Berbeda dengan kecenderungan di negara tetangga Malaysia dan Singapura, di kedua negara ini mayoritas pembeli properti adalah untuk sarana investasi.

Demikian hasil survei yang dilansir dari iProperti Group, sebuah perusahaan jasa properti global. Di Malaysia misalnya, 31,1% pembeli properti untuk disewakan dan 28,2% untuk dijual kembali. Di Singapura, masyarakat pembeli properti dengan tujuan investasi lebih besar lagi, yakni 39,7% membeli untuk disewakan dan 26,1% untuk dijual kembali.

"Investasi properti belum menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia, berbeda dengan Singapura atau Hong Kong," ujar Shaun Di Gregorio, Chief Executive Officer (CEO) iProperti Group dalam rilisnya di Jakarta, Kamis (24/2/2012) kemarin.


Erwin Karya MM, Head of Business Development Ray White Indonesia, sependapat dengan survei ini. Menurut perhitungannya, persentase masyarakat Indonesia yang membeli properti untuk investasi hanya 30%. Maklum, pembeli properti kebanyakan keluarga muda yang membeli rumah untuk pertama kali.
"Atau, keluarga matang yang naik kelas dan membeli rumah yang lebih baik," ujar Erwin. 

Menurut dia, investasi properti menguntungkan karena kebal inflasi, lantaran harga tanah naik terus. Ia menghitung, imbal hasil menjual properti rata-rata 20% per tahun. Sedangkan imbal hasil apartemen sewa di pusat bisnis sebesar 12%-17% per tahun, dan imbal hasil ruko per tahun sekitar 3%.

Nah, mau pilih yang mana?
www.viridia-townhouse.blogspot.com



(dikutip dari Kompas.com)