Tampilkan postingan dengan label investasi menguntungkan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label investasi menguntungkan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 Juni 2013

Lebih Baik Mencicil Apartemen Ketimbang Sewa

 

Ternyata, mencicil unit apartemen akan lebih murah dan menguntungkan daripada hanya menyewanya. Apalagi, jika Anda pintar memilih apartemen murah di Jakarta, seperti di bawah harga Rp 500 juta.

Apartemen merupakan salah satu tempat tinggal pilihan yang saat ini paling pas dan banyak digemari oleh masyarakat, khususnya bagi orang-orang produktif dan bekerja di Jakarta. Tinggal di apartemen pun dianggap lebih praktis karena terhindar dari kemacetan lalu lintas yang semakin hari kian akut. Namun, karena harganya yang terus melambung, banyak orang memutuskan untuk menyewa saja.

Seperti, Rizki Nurdiansyah Saputra (26), salah satu penyewa unit apartemen di bilangan Jakarta Barat ini. Ia mengaku, tinggal di apartemen dekat dengan tempat kerja memang menguntungkan. 

"Saya hanya tinggal berjalan kaki menuju kantor. Tidak sampai 20 menit malahan," ungkap dokter muda yang bekerja di klinik kampus Trisakti ini.

Tak perlu khawatir soal fasilitas, Rizki menambahkan, semua kebutuhan sehari-hari sudah ada dan komplit, mulai dari makan, pakaian, temat nongkrong, bioskop, sampai perpustakaan.
"Ini enaknya tinggal di apartemen," katanya.

Mahalnya harga sewa
Tinggal di apartemen memang menyenangkan dengan segala fasilitas, ditambah dekat dengan tempat bekerja. Namun, menurut Rizki, harga sewa yang ditawarkan terlalu mahal, ditambah biaya-biaya lain, seperti listrik dan service charge.

"Perbulannya Rp1,8 juta, biaya listrik bisa Rp 300 ribu," ungkapnya yang menempati unit tipe 2 bedroom ini.

Belum lagi biaya service charge per bulannya yang ditanggung oleh penyewa, kurang lebih berkisar Rp 500 ribu. Jika dihitung-hitung, total pengeluaran Rizki saat menyewa sebesar Rp 2,6 juta per bulan. Berbeda jika biaya perbulan tersebut digunakan untuk mencicil apartemen murah.

Memang, pengeluaran agak lebih besar sedikit. Namun, unit apartemen itu akan menjadi hak milik Anda dan juga bisa menjadi investasi jangka panjang. Padahal, jika harga per unit apartemen Rp 300 juta dan membeli dengan cara mencicil, biaya per bulannya dikenakan sebesar Rp 2.710.000. Tidak jauh berbeda dengan harga sewa perbulan, kan?

Lambatnya Kenaikan Harga Rumah Second Di Kawasan Banjir

Survei Harga Properti Residensial Bank Indonesia menunjukkan, harga rumah bekas selama kuartal I 2013 naik 3,62 persen quarter to quarter (QtQ). Padahal, pada kuartal empat tahun lalu harga rumah sekunder sempat meningkat 4,58% (QtQ).

Dibandingkan kenaikan harga rumah di pasar primer pada periode yang sama sebesar 4,78 persen (QtQ), maka kenaikan harga rumah sekunder lebih lambat. BI mencatat, pertumbuhan harga rumah sekunder melambat akibat banjir yang melanda beberapa permukiman di Jakarta pada awal tahun ini.

 

"Koreksi harga tersebut sempat terjadi selama sebulan setelah Jakarta dilanda banjir (Januari-Februari) dan kembali stabil awal Maret," tulis Divisi Statistik Sektor Riil BI dalam surveinya.
Direktur Eksekutif broker properti Century 21, F Rach Suherman, menilai perlambatan kenaikan harga rumah sekunder masih wajar.

"Titik puncak properti adalah tahun lalu. Wajar kalau tahun ini mulai menurun," ujarnya akhir pekan lalu. Apabila pertumbuhan harga rumah sekunder di seluruh Indonesia bisa mencapai 50 persen pada tahun lalu, maka kenaikan di tahun ini paling banter 35 persen.

Oleh karena itu penting bagi para investor untuk mencermati area sekitar proerty yang akan dibeli sebelum mengambil keputusan. Pilihlah area yang tidak mengalami banyak resiko seperti banjir, penurunan tanah, tsunami, kebakaran dan lainnya agar kenaikan harga menjadi menguntungkan bagi Anda.

Selasa, 15 Januari 2013

Cara Mudah Untuk Investasi Properti Dengan Kondotel

Beberapa tahun belakangan ini perekonomian di Indonesia sudah meningkat pesat. Dalam waktu singkat, jumlah kalangan perekonomian menengah meningkat hingga 40% di Indonesia. Ini tentunya membuat jumlah orang-orang yang ingin menginvestasikan uangnya, atau biasa disebut dengan investor meningkat cukup tajam.

Selain saham, investasi yang dianggap aman dan menguntungkan karena tidak termakan oleh tingginya tingkat inflasi saat ini adalah bidang properti. Apalagi tahun 2013 ini Indonesia berada di peringkat 1 dunia untuk  tempat investasi properti terbaik. Bagi Anda yang sudah lama berkecimpung di bidang properti mungkin Anda sudah paham benar bagaimana cara melipatgandakan uang Anda di bisnis ini. Namun bagaimana dengan Anda yang belum fasih mengenai properti? Apa investasi yang memang akan mendatangkan keuntungan bagi Anda?

Setiap properti memiliki poin keunggulannya masing-masing yang dapat menjadi pilihan bagi para investor. Bila sebelumnya rumah dan apartemen adalah cara yang pas untuk berinvestasi di bidang properti, kini ada produk yang tidak baru namun masih awam di telinga, yaitu kondotel. Salah satu contoh kondotel yang saat ini sedang marak dibicarakan adalah Swiss BelInn Karawaci.

Kondotel adalah singkatan dari Kondominium Hotel. Ini merupakan properti vertikal yang akan dijalankan sebagai hotel pada umumnya, namun kepemilikannya adalah kepemilikan bersama, dengan para pemegang sahamnya adalah pemilik unit.

Keuntungan dari Kondotel adalah, Anda tidak perlu memikirkan untuk mencari penyewa unit Anda, karena tamu akan berdatangan sendiri untuk menginap di hotel Anda. Dan Anda pun tidak perlu memikirkan mengenai lokasi unit yang strategis karena sistemnya adalah hotel, maka akan dibagi rata sesuai jumlah unit kamar layaknya Anda adalah pemegang saham.

Beberapa kondotel bahkan menjaminkan pemberian uang sewa atau disebut ROI (Return Of Investment) kepada Anda selama beberapa tahun di awal. Hal ini untuk mengantisipasi kerugian Anda di awal-awal operasi hotel saat belum banyak orang mengetahui keberadaannya dan pihak marketing memberikan berbagai promo juga diskon room rate kepada tamu.

Dan apa yang Anda dapatkan merupaka keuntungan bersih, karena Kondotel pada umumnya bebas dari maintenance fee, service charge, sinking fund dan lainnya. Bila ada kerusakan pada tiap unit, sudah menjadi tanggung jawab operator hotel untuk memperbaikinya. Hal ini tentunya berbeda dengan apartemen yang memiliki berbagai charge yang harus Anda bayar per bulannya, yang mana akan menjadi perhitungan kerugian bila apartemen Anda sedang tak tersewa.

Untuk menjamin kepemilikan unit kondotel Anda, sertifikat strata title akan membuktikan kesahan kepemilikan. Yang artinya unit tersebut dapat Anda jual kembali, diwariskan atau dijaminkan ke bank disaat Anda memerlukan tambahan dana khusus.

Yang juga dapat menjadi pertimbangan pemilihan kondotel bagi Anda adalah siapakah operator hotel tersebut, karena ini akan menjadi faktor utama peningkatan okupansi di tahun-tahun berikutnya. Lokasi yang strategis dan sibuk pun harus menjadi perhatian Anda. Juga pihak developer yang akan membangun properti vertikal Anda dengan sebaik mungkin dan tepat waktu.

Investasi properti yang mudah, aman dan terjamin bukan? Saatnya Anda berburu kondotel yang dapat melipatgandakan uang Anda! Anda bisa klik di www.swiss-belinnkarawaci.blogspot.com

Senin, 14 Januari 2013

Tahun 2013 Indonesia Peringkat Satu Tempat Investasi Properti Dunia


Indonesia khususnya Jakarta pada tahun 2013 berada di peringkat satu (1) sebagai tempat investasi properti dunia menggeser Singapura, setelah di tahun 2012 Indonesia masih di urutan 11. 
"Berdasarkan laporan berjudul Emerging Trends in Real Estate Asia Pasific 2013 yang dilansir bersama oleh Urban Land Institute (ULI) dan PricewaterhouseCoopers (PwC), posisi Jakarta mengalahkan posisi negara lain karena dipicu beberapa faktor khususnya kemampuan bertahan dari krisis,"kata Sekretaris Jenderal Federasi Real Estate Dunia (FIABCI) Asia Pasifik Regional Secretariat , Rusmin Lawin, di Medan, Senin. 
Dia, mengatakan Indonesia sudah dilirik dunia untuk tempat investasi properti sejak berakhirnya krisis keuangan global 2008. 
"Indonesia terutama Jakarta menjadi incaran favorit para investor asing baik secara private investor maupun dari institusi karena sudah melihat bukti bahwa Indonesia adalah salah satu negara berkembang yang berhasil `survive` dari krisis tersebut,"ujar Rusmin yang mantan Ketua REI Sumut. 
Menurut Rusmin, berdasarkan laporan itu ada dua faktor utama yang membuat Indonesia menjadi favorit pilihan investor internasional yang menggeser posisi Singapura tersbeut. 
Faktor pertama adalah pasar Indonesia tumbuh dengan pesat dan merupakan pasar terbesar di ASEAN yang dimotori oleh kelas menengah yang terus tumbuh pesat dengan daya beli yang terus naik secara signifikan. 
Faktor kedua adalah dimana kondisi ekonomi di Amerika Serikat dan Eropa yang tidak kunjung membaik sehingga membuat para investor dunia cenderung mengalihkan dananya ke wilayah Asia Pasifik seperti Indonesia. 
Nilai Indonesia semakin tinggi untuk tempat investasi karena tingkat inflasinya yang stabil dengan PDB yang terus berkembang sebesar 6,5 persen per tahun serta investasi asing langsung yang juga terus naik. 
Untuk mempertahankan minat tinggi investasi di Indonesia itu, kata dia, pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya khusunya pengusaha harus tetap bisa menjaga dan mempertahankan situasi yang sudah cukup kondusif tersebut. 
Pemerintah diharapkan tetap konsisten dalam program pembangunan yang berkelanjutan serta menghapus birokrasi dan regulasi yang menghambat pertumbuhan ekonomi dan dunia usaha. 
"Kenaikan peringkat Indonesia itu mengejutkan, meski status `investment grade` nya masih di bawah kota dunia lainnya serta masih kurang memadainya infrastruktur dalam perekonomian yang berkembang dibandingkan dengan negara tetangga yang lebih maju,"katanya. 
Dia menjelaskan, setelah Indonesia, Shanghai di tempat kedua, mempertahankan posisinya dari dua tahun terakhir, didukung oleh ketertarikan investor asing dengan "lingkungan bisnis yang user-friendly, volume pertumbuhan properti kelembagaan dan rekam jejak kinerja pasarnya

Adapun pilihan ketiga dan seterusnya negara Singapura, Sydney, Australia serta Kuala Lumpur, Malaysia.

Jumat, 21 Desember 2012

Biaya Yang Harus Dikeluarkan Saat Transaksi Jual-Beli Tanah

Secara umum biaya transaksi jual beli tanah meliputi (1) biaya pengecekan sertifikat tanah, (2) pajak penghasilan, (3) Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), (4) biaya pembuatan akta PPAT dan (5) biaya pendaftaran peralihan hak.
Biaya yang harus dikeluarkan dalam melakukan transaksi jual beli tanah adalah:

1. Biaya Pengecekan Sertifikat Tanah
Pengecekan sertifikat tanah dilakukan di Kantor Pertanahan Badan Pertanahan Nasional (BPN) setempat. Pengecekan sertifikat tidak lain adalah memperoleh informasi untuk memastikan sertifikat tanah yang ada adalah sertifikat asli yang dikeluarkan oleh BPN dan terdaftar dengan baik. Tergantung dari jumlah informasi yang diperlukan. Biaya perolehan untuk setiap informasi per lembar adalah Rp. 25.000,-. Penjual atau pembeli setidaknya mengecek informasi tentang dua hal. Yang pertama adalah informasi tentang pendaftaran tanah yang diperoleh dari buku tanah dan informasi tentang data fisik bidang tanah yang diperoleh dari surat ukur. Tergantung kebutuhannya biaya ini biasanya dibayarkan oleh calon pembeli yang lebih berkepentingan.

2. Pajak Penghasilan (PPh)
Pajak ini wajib dibayarkan oleh si penjual. Nama lengkapnya adalah Pajak Penghasilan atas penghasilan dari pengalihan Hak atas Tanah dan/atau Bangunan. Besarnya secara umum adalah 5% dari besarnya harga jual tanah (transaksi) tanah. Jadi jika seseorang menjual tanahnya seharga Rp. 100 juta, ia berkewajiban membayar PPh sebesar 5% nya atau Rp. 5 juta.
Terdapat beberapa pengecualian untuk tidak membayar PPh yaitu
a. Nilai transaksi lebih rendah dari 60 juta.
b. Penjualan dilakukan dalam rangka pembebasan tanah untuk kepentingan umum.
c. Hibah kepada keluarga sedarah
d. Warisan
Penjual wajib membayar sendiri pajak penghasilan ke Bank Persepsi atau Kantor Pos dan Giro sebelum akta jual beli ditandatangani. Dalam hal ini disarankan agar penjual melakukan pembayaran sendiri dengan menggunakan Surat Setoran Pajak (SSP) tanpa diwakilkan atau dititipkan untuk memastikan bahwa uang yang disetorkan diterima oleh Negara.

3. Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB)
Biaya ini wajib dibayarkan oleh si pembeli. BPHTB adalah bea yang harus dibayarkan akibat diperolehnya suatu hak atas tanah oleh seseorang. Secara umum Besar biaya yang harus dibayarkan adalah 5% dari besarnya harga jual tanah kena pajak (Nilai Perolehan Obyek Pajak Kena Pajak). Besarnya Nilai Perolehan Obyek Pajak Kena Pajak adalah harga jual tanah dikurangi dengan Nilai Perolehan tidak kena pajak. Nilai tidak kena pajak tersebut maksimum Rp. 60.000.000,- dan ditetapkan secara regional.
Secara sederhana besarnya BPHTB = 5% x (NPOP – NPOP TKP).
Sebagai contoh jika harga transaksi jual beli adalah Rp. 100 juta. Di Propinsi DKI Jakarta besarnya NPOPTKP adalah Rp. 60 juta. Maka besarnya BPHTB:
BPHTB = 5% x (Rp. 100juta – Rp. 60 juta)
= 5% x Rp. 40 juta
= Rp. 2 juta.

4. Biaya Pembuatan Akta PPAT
Biaya ini adalah untuk pembuatan akte jual-beli. Tergantung kesepakatan, biaya ini dapat ditanggung oleh pembeli, penjual ataupun keduanya. Besarnya biaya maksimum adalah 1% (satu persen) dari harga transaksi.

5. Biaya Pendaftaran Peralihan Hak (Balik Nama)
Biaya balik nama dibayarkan oleh pembeli pada saat pendaftaran peralihan hak di Kantor Pertanahan BPN. Kegiatan pendaftaran balik nama dilakukan setelah akta jual beli ditandatangani dan disahkan oleh PPAT. Tujuannya adalah agar nama pembeli dapat didaftar sebagai pemilik yang tertera di sertifikat tanah. Besarnya biaya yang harus dibayarkan adalah Rp. 25.000 (resmi, yang tidak resminya tergantung negosiasi mungkin).

Semoga bermanfaat. Untuk informasi perumahan yang tepat untuk Anda, silahkan kunjungi Informasi Perumahan.

Selasa, 27 November 2012

Property Atau Saham?

Properti dan saham, Mana yang paling menguntungkan? Yang pasti keduanya menguntungkan jika Anda tahu caranya. Tapi disini saya hanya menjelaskan kelebihan dari bermain properti dan saham. Ini adalah perbandingan pribadi saya selama saya bermain properti dan saham.
Banyak sekali kelebihan yang dimiliki Properti, namun Saham juga memiliki kelebihannya sendiri yang diantaranya adalah :

1. Saham bisa menghasilkan Capital Gain dan juga bisa menghasilkan Cashflow. Property tertentu juga bisa menghasilkan Cashflow selain Capital Gain.

2. Saham pada umumnya susah untuk dijadikan jaminan.
Properti, jika Anda ingin menjaminkan, properti sangat mudah dan cepat.

3. Untuk masalah harga, Saham tidak bisa Anda kontrol. Hanya jika Anda memiliki uang yang banyak, Anda bisa mempengaruhinya. Namun secara umum sulit untuk dikontrol. Harga saham tidak bisa Anda kontrol, sedangkan harga properti bisa dikontrol. Lalu untuk properti, Anda bisa menaikan harga dengan mudah. Dan cara yang bisa Anda lakukan adalah dengan cara "Emotion Buying". Maksudnya adalah, kebanyakan / rata- rata orang membeli properti karena didasarkan oleh emosi daripada orang itu sendiri. Dan emosi dipengaruhi oleh “Panca Indra”.

4. Dari masalah harga, harga saham tidak bisa DITAWAR. Maksudnya adalah, jika harga saham tersebut adalah $5, maka Anda harus membelinya dengan harga $5. Dan jika Anda ingin membeli di bawah harga tersebut, Anda harus menunggu harga tersebut turun. Namun properti, harga TERGANTUNG. Maksudnya adalah misalkan harga properti 1 Milyar. Apakah Anda bisa mendapatkan hanya dengan harga 600 Juta? Jawabannya adalah mungkin saja! Oleh karena itu Anda harus mencari Properti yang “Below The Market”.

5. Saham TIDAK BISA diberikan nilai tambah. Tapi properti bisa diberikan nilai tambah dengan cara merenovasi, menambah luas bangunan, menambah jumlah kamar, dsb.

6. Saham kenaikan dan penurunannya tidak tentu dan tidak bisa Anda tebak/ dipengaruhi. Kadang naik sangat tinggi dan juga terkadang turun sangat rendah. Namun lain halnya dengan properti. Dalam hal ini, properti bisa juga turun, namun turunnya biasanya tertebak. Maksudnya adalah kenaikannya maupun keturunannya Andalah yang mengontrol.

Nah itulah kelebihan properti dan juga saham. Yang paling penting antara kedua investasi tersebut Anda harus tahu kapan Anda harus kembali masuk dan kapan harus keluar. Sehingga dalam hal ini Anda telah memanage resiko yang akan Anda alami. Selagi masih bisa untuk memilih, pilihlah yang terbaik sesuai dengan keahlian dan kemampuan yang Anda miliki, properti UNTUNG dan saham juga UNTUNG, jika Anda tahu caranya.

Untuk mengetahui bisnis property yang juga bisa membuat Anda layaknya pemegang saham, klik disini.

Investasi Paling Menjanjikan di Tahun 2013

Kebijakan Bank Indonesia memotong suku bunga acuan sampai level terendah pada Bulan November 2011 akan menjadi pendorong bisnis properti di indonesia. Dengan suku bunga cuma enam persen, banyak yang memprediksi pasar properti di tanah air adalah investasi paling menguntungkan tahun 2013 ini.

Investasi menguntungkan tersebut, di negara kita memang kian menarik. Pengamat property bernama Panangian Simanungkalit menyatakan, investasi properti di indonesia merupakan satu-satunya yang paling menguntungkan di dunia. Berikut alasannya

1. Pemerintah semakin kesulitan menyediakan rumah untuk keluarga kelas menengah ke bawah. Permintaan rumah mencapai 900.000 unit per tahun, sedangkan hunian yang tersedia hanya 80.000 unit dalam setahun.

2. Masih ada 14.000.000 dari 61.000.000 keluarga di negara kita yang belum mempunyai rumah.

3. Semua segmen pasar properti di tanah Air terbuka luas sebagai investasi, termasuk pasar kelas paling bawah. Sedangkan di luar negeri, bisnis properti untuk pasar kelas menengah ke bawah tertutup untuk pengembang dan investor. Dikarenakan pasokan properti kelas menengah ke bawah dikendalikan oleh pemerintah negara masing-masing.

Di tahun 2011 lalu, pertumbuhan properti tercatat grafiknya cukup tinggi. Baik permintaan maupun pertumbuhan harga di semua sektor properti meningkat. Properti komersial dan kawasan industri mencetak pertumbuhan penjualan tertinggi selama 2011. Pertumbuhan penjualan lahan industri naik hampir tiga kali lipat. Sementara untuk properti sektor komersial meningkat dua kali lipat. Kemudian penjualan residensial naik sekitar 50%. Nah, kesimpulannya jangan sampai ketinggalan Investasi Menguntungkan ditahun 2013 ini ya?

Cara Tepat dan Menguntungkan Dalam Berinvestasi

Investasi properti semakin diminati karena memiliki banyak kelebihan. Investasi properti memiliki dua keuntungan sekaligus yang tidak dimiliki oleh sarana investasi atau tabungan lainnya, yaitu capital gain sekaligus cash flow. Keuntungan atau selisih kenaikan dari nilai investasi awal dengan nilai investasi awal sangat tinggi. Dalam satu tahun, kenaikan nilainya dapat mencapai 30% atau lebih.

Sedangkan jika Anda menabung di bank atau melakukan deposito dalam jumlah tertentu, kenaikannya sangat kecil, ditentukan oleh bunga yang tidak lebih dari 7% per tahun. Nilainya masih bisa di bawah inflasi dan kenaikan harga barang. Berinvestasi uang di bank, bisa dikatakan tidak memiliki capital gain. Karena itu, investor ulung tidak akan melakukan investasi dalam jenis tabungan atau deposito. Tetapi, ia akan memilih jenis investasi yang dapat mendatangkan keuntungan yang lebih besar, salah satunya ialah investasi di bidang properti.

Harga tanah tidak pernah turun sekalipun dalam kondisi krisis sekalipun, seperti pada tahun 1997. Begitu pula diikuti oleh bangunan yang berdiri di atasnya sebagai aset properti. Bahkan, bangunan tersebut bisa diperbaiki untuk dinaikkan lagi nilainya sesuai keinginan Anda. Misalnya dengan melakukan renovasi fisik, pengecatan, penambahan kamar, membangun carport, pemasangan CCTV, membuat taman, dan pasang teralis.

Uniknya lagi, investasi properti bisa mendapatkan untung langsung ketika Anda membelinya. Hal ini kerap terjadi ketika penjual properti membutuhkan uang cepat sehingga ia menjualnya di bawah nilai harga pasar. Jadi, jika ketika itu Anda hendak menjualnya kembali kepada orang lain, Anda telah mendapatkan keuntungan. Berbeda dengan investasi jenis lainnya yang harus menunggu beberapa bulan untuk memperoleh keuntungannya.

Keuntungan lainnya ialah Anda dapat memperoleh cash flow dari properti yang Anda miliki. Misalnya, jika properti Anda disewakan, dikontrakkan, dijadikan tempat kos, atau dijadikan tempat bisnis, properti seolah bekerja untuk mendapatkan penghasilan secara rutin untuk Anda. Cash flow inilah menjadi salah satu rahasianya para orang kaya. Karena mereka sangat pandai memutar uangnya sehingga terus tumbuh berkembang melalui instrumen investasi.

Cara cerdas untuk mendapatkan penghasilan yang besar adalah menggunakan uang untuk menghasilkan uang. Dan dalam bisnis property, hal ini dapat Anda laksanakan dengan baik dan aman tanpa mengkhawatirkan kerugian apa pun. Maka tunggu apa lagi? Segera mulai investasi property Anda sekarang juga. Klik disini untuk mengetahui invetasi property yang menjanjikan keuntungan.

Agar Sukses Menjalankan Bisnis Property

Berinvestasi dalam properti atau real estate komersial akan menimbulkan resiko yang cukup besar karena Anda harus mengeluarkan uang yang besar. Jadi, sangat penting bagi Anda untuk memperhatikan hal sekecil apa pun sebelum berinvestasi dalam properti agar Anda tidak mengalami kerugian. Lebih baik Anda melakukan pencegahan daripada akhirnya Anda harus mencari solusi dari kerugian yang Anda alami.
Berikut ini empat langkah terhindar dari investasi properti yang merugikan :.
  1. Luangkan waktu untuk mengenal daerah.
    Mulai melakukan pencarian dengan cara online dan mencari informasi demografis. Anda dapat dengan cepat mengetahui statistik penduduk, rentang pendapatan dan bahasa yang digunakan. Bahkan jika perlu, Anda datangi langsung daerah tersebut dan mencari informasi langsung di sana serta melakukan interaksi dengan masyarakat sekitar agar Anda tahu bagaimana kondisi lingkungan tersebut.
  2. Cari tahu apakah ada hukum larangan membangun.
    Jika ada hukum larangan membangun dan Anda tidak mengetahui hal tersebut, hal ini dapat menjadi hambatan dan Anda terjebak dalam permasalahan yang besar karena Anda sudah menginvestasikan sejumlah uang di daerah tersebut, namun tidak bisa membangun properti. Akhirnya Anda akan mengalami kerugian sebelum menjalankan bisnis properti.
  3. Lihat harga beli masa lalu properti yang dicari.
    Perhatikan dan pelajari bagaimana perkembangan ekonomi di daerah tersebut, apakah nilainya akan meningkat atau menurun.  Jika kemungkinan besar nilai properti di daerah tersebut akan menurun di masa yang akan datang, lebih baik Anda cari properti di daerah lain yang menjamin nilai jual properti Anda akan melambung tinggi.
  4. Pertimbangkan ukuran properti yang akan dibangun.
    Sebelum membangun properti, pertimbangkan bangunan yang akan dibangun agar tidak terlalu besar dan terlalu kecil juga, usahakan ukurannya pas dengan manfaat bagi penyewa atau pembeli nantinya.
Untuk mengetahui, bisnis property apakah yang akan menghasilkan keuntungan bagi Anda, klik disini.

Selasa, 20 November 2012

Biaya-Biaya Saat Membeli Rumah

Biaya untuk beli rumah tidak terbatas pada harga rumah, ada beberapa biaya lain yang harus dibayar. Dengan mengetahui biaya-biaya yang perlu dikeluarkan, Anda bisa mempersiapkan dana dan merencanakan keuangan. Berikut-berikut ini adalah biaya-biaya yang akan Anda keluarkan.
  1. Uang tanda jadi. Umumnya, jumlah uang tanda jadi ini ditentukan pengembang. Anda akan mendapat formulir pemesanan unit dengan jadwal pembayaran tanda jadi dan pelunasan uang muka. Jadwal harus disetujui oleh kedua pihak.
  2. Uang muka. Pembayaran uang muka dapat diangsur dengan jadwal tertentu. Sebaiknya, pembayaran uang muka ini dilakukan setelah akad kredit Anda disetujui bank. Dengan pengembang, Anda akan menandatangani Surat Perjanjian Jual Beli (SPJB) di depan notaris. SPJB menyatakan bahwa Anda akan melunasi uang muka setelah akad kredit disetujui bank.
  3. Biaya notaris untuk mengikat kredit secara hukum.
  4. Angsuran. Perlu dicatat bahwa angsuran KPR--ditambah angsuran-angsuran lain--jangan sampai lebih dari sepertiga gaji Anda. Anda bisa mencoba simulasi KPR yang ada di samping kanan atas blog ini.
Urutan prosesnya berawal dari uang tanda jadi, tanda tangan SPJB, lalu pelunasan uang muka. Bank kemudian akan melakukan survei penilaian aset properti untuk menentukan harga jual dan legalitas properti. Legalitas dokumen yang diperlukan termasuk Sertifikat Tanah, IMB, SPPT PBB, Surat Kuasa Jual, dan sebagainya. Bank akan memberikan keputusan tentang kelayakan properti untuk proses akad kredit setelah semua dokumen dilengkapi. Bank akan memberi tahu jika ada dokumen yang diperlukan

Bank kemudian akan melakukan survei penilaian aset properti untuk menentukan harga jual dan legalitas properti. Legalitas dokumen yang diperlukan termasuk Sertifikat Tanah, IMB, SPPT PBB, Surat Kuasa Jual, dan sebagainya. Bank akan memberikan keputusan tentang kelayakan properti untuk proses akad kredit setelah semua dokumen dilengkapi. Bank akan memberi tahu jika ada dokumen yang diperlukan.

Sebelum permohonan KPR disetujui, bank akan menganalisis kemampuan Anda membayar angsuran. Umumnya, bank akan meminta total pendapatan keluarga Anda dan angsuran tidak melebihi sepertiga pendapatan. Verifikasi dilakukan dengan memeriksa rekening koran selama 3 sampai 6 bulan terakhir.

Jika dibutuhkan, Bank Indonesia akan memeriksa transaksi kartu kredit, kredit kendaraan bermotor, KPR lain, kredit lain, dan biaya hidup bulanan. Dalam waktu dua minggu hingga dua bulan, bank akan mengeluarkan keputusan mengenai permohonan KPR.

Setelah itu, akad kredit dilakukan. Selanjutnya, Anda wajib membayar angsuran. Surat Pelunasan Utang akan diberikan oleh bank. Anda juga akan menerima Sertifikat Asli Kepemilikan Unit Properti.

Kamis, 08 November 2012

12 Alasan Mengapa Property Begitu Menguntungkan

www.thespring-residences.blogspot.com
Pertumbuhan properti di Indonesia menggembirakan. Hasil ini tak lain karena semakin banyaknya orang tertarik berinvestasi di bidang properti. Dibandingkan dengan sektor bidang lainnya, investasi properti dinilai aman dan stabil. Apalagi pasar properti Indonesia memiliki kekhasan tersendiri.

Dari sifat propertinya, investasi di bidang ini sangat "menggoda". Apa sajakah faktor yang "menggoda" itu? Mengutip tulisan pengamat properti Panangian Simanungkalit dalam bukunya "Rahasia Menjadi Miliarder Properti", ada 12 sifat properti yang membuat banyak orang memilih investasi ini. Yuk, disimak!
- Properti mengandung unsur keamanan yang kokoh, maka pilihlah secara bijak dan kelola dengan piawai
- Properti tidak akan menghilang
- Bila dipilih secara tepat, properti akan terus menghasilkan uang dari tahun ke tahun walau kondisi bisnis berubah-ubah
- Pemilik properti tidak akan tunduk pada manajemen orang lain
- Penghasilan dari properti yang dipilih secara tepat dipastikan berlanjut, stabil dan diikuti kenaikan nilainya
- Properti tidak likuid, karakter ini telah menghindarkan orang dari kerugian finansial
- Melekat rasa kepemilikan pribadi yang tidak didapati dari jenis investasi lain
- Jumlah properti terbatas, maka melekat fitur monopoli
- Properti memberikan penghasilan besar bila dipugar dan dikelola dengan baik
- Properti akan mengalami kenaikan nilai yang stabil bila diseleksi secara tepat
- Properti memenuhi kebutuhan manusia
- Properti selalu mendorong untuk memiliki tanah sebagai rumah, toko, dan kantor.

Tertarikkah Anda berinvestasi di properti?

(dikutip dari Kompas.com)

Investasi Property Yang Menjanjikan



www.thespring-residences.blogspot.com

Sekitar 50,5% masyarakat Indonesia condong membeli properti untuk kegunaan pribadi yaitu untuk tempat tinggal, kemudian sekitar 25,3% membeli properti untuk investasi dengan cara disewakan dan sekitar 24,2% membeli untuk dijual lagi. Berbeda dengan kecenderungan di negara tetangga Malaysia dan Singapura, di kedua negara ini mayoritas pembeli properti adalah untuk sarana investasi.

Demikian hasil survei yang dilansir dari iProperti Group, sebuah perusahaan jasa properti global. Di Malaysia misalnya, 31,1% pembeli properti untuk disewakan dan 28,2% untuk dijual kembali. Di Singapura, masyarakat pembeli properti dengan tujuan investasi lebih besar lagi, yakni 39,7% membeli untuk disewakan dan 26,1% untuk dijual kembali.

"Investasi properti belum menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia, berbeda dengan Singapura atau Hong Kong," ujar Shaun Di Gregorio, Chief Executive Officer (CEO) iProperti Group dalam rilisnya di Jakarta, Kamis (24/2/2012) kemarin.


Erwin Karya MM, Head of Business Development Ray White Indonesia, sependapat dengan survei ini. Menurut perhitungannya, persentase masyarakat Indonesia yang membeli properti untuk investasi hanya 30%. Maklum, pembeli properti kebanyakan keluarga muda yang membeli rumah untuk pertama kali.
"Atau, keluarga matang yang naik kelas dan membeli rumah yang lebih baik," ujar Erwin. 

Menurut dia, investasi properti menguntungkan karena kebal inflasi, lantaran harga tanah naik terus. Ia menghitung, imbal hasil menjual properti rata-rata 20% per tahun. Sedangkan imbal hasil apartemen sewa di pusat bisnis sebesar 12%-17% per tahun, dan imbal hasil ruko per tahun sekitar 3%.

Nah, mau pilih yang mana?
www.viridia-townhouse.blogspot.com



(dikutip dari Kompas.com)