Kamis, 06 Juni 2013

Ruang Makan Minimalis

Ruang makan dengan gaya minimalis memiliki kesan yang lebih simpel. Suasana ruangan juga terlihat lebih elegan dan mampu memberi sentuhan yang nyaman. Sehingga, Anda dan keluarga akan merasa betah ketika menikmati makan bersama.


Nyamankan ruang makan dengan desain minimalis menggunakan paduan warna coklat. Balut dinding ruang makan menggunakan warna coklat muda. Warna ini memberi kesan ruangan yang hangat namun tak tampak berat. Warna coklat muda juga berlaku untuk bagian lantai, bisa menggunakan jenis lantai keramik atau lantai parket.


alt


Ciptakan ruang makan minimalis yang selaras dengan mencipratkan warna coklat tua pada elemen pengisi ruangan. Kursi makan simpel khas gaya minimalis warna coklat tua berpadu meja dari bahan kaca bersih membuat ruang makan terlihat sederhana namun elegan. Nuansa kehangatan yang mengakrabkan juga terasa lewat permainan warna tersebut.


Lengkapi desain ruang makan minimalis Anda dengan menambahkan ornamen simpel seprti hiasan gambar pada dinding dan bunga dalam vas mungil di atas meja makan. Hmmm…ruang makan minimalis yang nyaman dan membuat penghuni merasa betah. Hamparkan karpet dengan desain identik minimalis di lantai untuk memberi tampilan yang lebih chic.


Dengan gaya minimalis, ruang keluarga lebih fungsional dan memunculkan suasana praktis. Gaya minimalis cocok sekali untuk ruang makan yang memiliki ukuran sempit karena mampu memberi kesan lebih lapang.

Membersihkan Talang Agar Rumah Tak Bocor


 detail berita

Di kala musim hujan tiba, talang pada bagian atap rumah jangan sampai terabaikan. Sebab, kotoran yang menumpuk di talang akan menghalangi aliran air hujan.

Jika ini terjadi tentunya perbaikan rumah yang harus Anda lakukan akan memakan biaya yang lebih besar, sebab, air hujan yang terus tertampung lama-kelamaan akan merusak talang tersebut, mengakibatkan kebocoran dan merembes pada dinding rumah.

Berikut ini beberapa cara membersihkan talang air yang bisa Anda lakukan segera, seperti dikutip laman Common Floor, Senin (24/12/2012):

1. Bersihkan daun-daun kering yang masuk ke dalam talang. Jika daun-daun ini tidak dibersihkan dapat menyumbat talang, sehingga air hujan menggenang kemudian bisa merembes ke dinding.

2. Jika talang air tidak begitu tinggi, Anda bisa naik ke atas atap dengan menggunakan tangga. Berharti-hatilah dan jaga keseimbangan badan Anda.

3. Agar air hujan dari talang bisa mengalir ke bawah, Anda bisa menyambungkannya dengan pipa ular atau talang vertikal.

Untuk talang vertikal Anda dapat menggunakan pipa diletakkan menempel di depan dinding dan diklem kuat. Klem nya memang tidak terlalu indah dilihat, tapi klem ini dapat diberi warna tertentu sehingga dapat menjadi aksen dinding. Tugas talang vertikal untuk mengalirkan air dari talang horisontal untuk sampai ke permukaan tanah.

Talang vertikal bisa menyalurkan air hujan ke saluran air agar tidak menggenai permukaan tanah. Pertemuan antara talang vertikal dengan saluran air, dibuat bak kontrol.


Memelihara Keindahan Cat Rumah Anda

Cat merupakan bagian terpenting untuk mendesain sebuah rumah. Selain untuk melindungi tembok, penggunaan cat juga mampu memancarkan keindahan sebuah rumah. Itulah mengapa pilihan warna cat harus tepat agar sesuai dengan nuansa yang akan Anda tampilkan. 
warna rumah
Oleh karena itu, kesalahan pemilihan warna akan mengakibatkan rumah terlihat tidak menarik. Anda dan keluarga pun merasa tidak nyaman ketika berada di dalamnya. Berikut adalah beberapa trik memilih warna cat untuk desain arsitektur rumah Anda:
  • Rumah mencerminkan kepribadian penghuni, karenanya aplikasikan warna cat tembok yang sesuai dengan karakter Anda.
  • Pilihlah warna cat tembok yang lembut dan enak dipandang mata seperti warna biru atau hijau muda. Hindari penggunaan warna-warna yang terlalu mencolok. Anda bisa melakukan permainan warna dengan mengombinasikan warna-warna yang sesuai.
  • Jika Anda memakai jasa arsitektur, pastikan Anda meminta pendapat dan konsultasikan mengenai warna rumah yang Anda inginkan.
Nah, selanjutnya bagaimana ya cara menjaga cat tembok agar tetap bagus dan awet, apalagi cat tembok bagian luar yang terkena panas dan hujan. 

Berikut tipsnya : sebelum mengecat ulang, Anda harus memperhatikan musim yang sedang terjadi karena jika musim yang sedang Anda hadapi adalah musim hujan cat akan lebih susah mengering sedangkan jika pada musim kemarau kemungkinan cat kering lebih cepat tapi hasil tidak maksimal. Jadi musim yang tepat untuk mengecat rumah adalah kondisi kering dan sinar matahari tidak terlalu menyengat, kemudian agar cat tetap terjaga sebaiknya Anda beri lapisan cat pada tembok rumah yang sudah dicat, jika cat rumah sudah terlihat kusam sebaiknya di ganti dengan cat baru yang lebih berkualitas.

Pilih Rumah Bebas Banjir Sekarang!

www.viridia-townhouse.blogspot.com

Jika Anda sedang berencana membeli rumah di perumahan tertentu di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, maka saat ini adalah saat yang tepat untuk mengetahui apakah perumahan yang sudah Anda sasar bebas banjir atau tidak. Selain itu, ada beberapa hal yang wajib Anda perhatikan saat memilih perumahan.

Arsitek Rita Laksmitasari menyatakan, saat banjir melanda beberapa wilayah seperti yang terjadi saat ini, Anda tentu dapat melihat perumahan apa saja yang rawan banjir. "Ini adalah saat yang tepat untuk Anda mengukur kira-kira wilayah-wilayah mana yang harus dihindari dan mana yang aman, paling tidak bebas banjir," katanya kepada okezone, Kamis (5/5/2012).

Direktur Mitra Bangun Sekawan, salah satu perusahaan jasa arsitek ini pun membagikan beberapa kiat yang dapat Anda terapkan sebelum menentukan hunian pada perumahan tertentu. Di antaranya:

1. Lokasi perumahan

Lihat apakah lokasi perumahan tersebut dekat dengan sungai atau kali. Jika memang ada, maka berarti daerah tersebut besar potensi rawan banjir, jika terjadi hujan deras dan meluapnya air sungai. Kemudian, pastikan lahan tersebut bukan bebas rawa.

2. Jalan raya

Perhatikan letak jalan raya di sekitar perumahan. Jika lebih tinggi dari jalan dalam kompleks itu berarti tidak aman. Karena, air hujan dari jalan raya yang lebih tinggi pasti akan mengalir ke area yang lebih rendah, yakni jalanan dalam kompleks perumahan.

3. Saluran pembuangan dan penampung air
Perlu juga dilihat daya tampung air pada jalanan di sekitar perumahan. Apakah ada saluran pembuangan, seperti selokan dan bagaimana kira-kira daya tampung debit airnya, apakah memadai atau tidak.

4. Kontur tanah dan posisi rumah
Hindari kontur tanah perumahan yang letaknya di bawah jalan raya. Selain itu, posisi rumah harus lebih tinggi dari jalanan di depannya, paling tidak 50 sentimeter (cm). Hal ini untuk mengantsipasi genangan air karena hujan deras.

5. Jangan ragu bertanya pada pengembang
Tanyakan mengenai seluk beluk lokasi perumahan tersebut. Jangan sampai lahan tersebut adalah bekas rawa. Karena hal ini cukup berbahaya, mengingat air yang suatu saat dapat mencuar dari dalam tanah. Kemudian tanyakan apakah merupakan daerah langganan banjir baik yang tahunan maupun siklus lima tahunan.



*sumber : http://property.okezone.com/read/2012/04/05/472/606320/pilih-rumah-bebas-banjir-sekarang-saatnya

Kamis, 28 Maret 2013

Mencermati Pembelian Rumah Melalui Over Kredit

Memiliki rumah sendiri idaman setiap rumah tangga. Dengan mempunyai rumah sendiri, kita bisa leluasa mengatur rumah tangga, memilih desain rumah, dan mengatur tata letak barang sesuai selera.  Walhasil, rumah yang kita tempati akan memberikan rasa aman dan nyaman.

Jadi, wajar jika banyak di antara kita yang bekerja pontang-panting, demi mengumpulkan uang agar dapat membeli rumah. Meskipun, pembelian itu ditempuh dengan cara kredit atau mencicil pembayarannya lewat bank (kredit pemilikan rumah/KPR).

Bahkan, alih-alih mendapatkan rumah idaman yang sesuai anggaran, kini banyak orang membeli dengan cara oper kredit (take over credit). Lazimnya, ini didefinisikan sebagai bentuk dari pengalihan kredit KPR atau kredit pemilikan apartemen (KPA) dari pihak pemilik lama kepada pemilik baru. 

Namun, dalam banyak kasus, proses membeli rumah dengan sistem oper kredit lebih sulit ketimbang membeli rumah dari pengembang dengan cara mengajukan kredit langsung kepada bank. Maklum, biasanya dokumen rumah yang akan dibeli sudah tersimpan di sebuah bank, misalnya bank A. Jadi, apabila pihak debitur baru ingin mendapatkan kredit dari bank B, belum tentu bank A bersedia memberikan dokumen tersebut dengan proses cepat dan mudah.

Lebih celaka, tak sedikit masyarakat yang tak memahami tata cara dan prosedur pengalihan KPR atau KPA tadi. Walhasil, niat semula ingin mendapat keuntungan dari membeli rumah atau apartemen dengan oper kredit, mereka justru rugi. Sistem ini bisa sangat berbahaya kalau si pembeli tidak memahami aturannya," kata Rakhmi Pematasari, perencana keuangan dari Safir Senduk & Rekan. 

Menurut Rakhmi, bisa saja para debitur lama memiliki masalah pada KPR-nya. Atau, ketika membeli rumah, si debitur baru lebih memilih cara pengalihan kuasa. Padahal, ternyata surat-surat pendukung untuk pengalihan kuasa oper kredit tadi tidak cukup lengkap, sehingga bank menolak memberikan sertifikat asli rumah kepada debitur baru ketika kreditnya telah selesai.

Sudah ada barangnya




Namun, lanjut Rakhmi, membeli rumah melalui sistem oper kredit KPR atau KPA juga memiliki sisi keuntungan. Paling tidak, ketika melakukan oper kredit, rumah atau apartemen sudah serah terima, atau sudah dibangun tapi umurnya belum terlalu lama. Jadi, pembeli sudah langsung punya gambaran kira-kira bentuk rumahnya seperti apa, kekurangan rumahnya di mana, bahkan bisa menghitung kemampuan membayar cicilan.
Menurut Budi Triadi Pratama, perencana keuangan dari Akbar's Financial Check Up, oper kredit properti KPR atau KPA bisa berupa pengalihan antarinstitusi keuangan atau bank. Artinya, KPR atau KPA yang ada di bank A dipindahkan ke bank B. Tentu saja, skema tersebut tak selalu bisa dijalankan. Ini tergantung pada kebijakan antarbank tersebut.

Namun, biasanya, pengalihan kredit dengan skema ini digunakan nasabah demi mendapatkan fasilitas lebih. "Bisa berupa bunga kredit lebih kompetitif, kemudahan dalam pelunasan, skema pelunasan yang lebih fleksibel, atau fasilitas lain yang dinilai lebih daripada fasilitas bank sebelumnya," kata Budi. 

Bentuk pengalihan kredit lainnya adalah pengalihan kredit kepemilikan. Singkatnya, kepemilikan properti dari debitur A pindah ke B. Skema ini biasanya menggunakan bank yang sama. Bisa juga menggunakan bank yang berbeda seperti skema sebelumnya. Dalam skema ini, yang perlu diperhatikan adalah kondisi persetujuan kredit yang ingin dialihkan. Sebab, jika pengajuan kredit tidak disetujui, pengalihan tidak dapat terjadi. 

Lantas, bagaimana cara bijak membeli rumah atau apartemen melalui sistem oper kredit? Berikut ini beberapa tips yang harus Anda perhatikan ketika ingin membeli KPR atau KPA lewat oper kredit, seperti dirangkum KONTAN dari sejumlah perencana keuangan: 

Hitung biaya transaksi pembelian

Langkah pertama yang harus diketahui ketika membeli rumah atau apartemen melalui oper kredit KPR atau KPA adalah menghitung terlebih dulu biaya yang akan dikeluarkan untuk proses ini, seperti biaya pembelian ke pihak penjual dan biaya-biaya oper kredit ke bank. "Ini untuk memastikan, apakah KPR atau KPA yang ditawarkan secara oper kredit sepadan atau tidak dibandingkan membeli baru atau tunai," kata Rakhmi.
Mike Rini, perencana keuangan dari MRE Financial & Bussines Advisory menambahkan, sebelum membayar sejumlah uang untuk KPR atau KPA dari pemilik lama, seyogianya Anda melakukan negosiasi terlebih dahulu.
Paling tidak, negosiasi tersebut terkait harga jual properti yang mau dialihkan. Jadi, Anda harus bertanya kepada pemilik lama, berapa tahun sudah mengangsur cicilan rumah. Jika baru membayar cicilan rumah 24 bulan dari jangka waktu 15 tahun cicilan, berarti negosiasi harga rumah di sekitar angka yang sudah dicicil si pemilik lama. "Karena, selama dua tahun itu, dia sudah mendapatkan manfaat rumah yang akan kita beli," kata Mike.

Lihat biaya cicilan

Budi mengingatkan, biar bagaimanapun, sistem oper kredit adalah skema berutang. Jadi, Anda perlu memperhatikan kemampuan keuangan. Khususnya, kemampuan dalam mencicil KPR atau KPA. Setelah disetujui memakai fasilitas KPR ataupun KPA, properti tersebut belum langsung menjadi hak nasabah sepenuhnya.
Nasabah masih memiliki kewajiban melunasi utang tersebut. "Properti yang menggunakan kredit baru dapat dinyatakan sebagai aset jika sudah lunas. Jadi, perhatikan kewajiban rutin yang ada alias cicilan," saran Budi. Yang ideal, besar biaya cicilan tidak menambah besar total utang Anda. Total cicilan utang yang boleh dimiliki maksimal 30% dari penghasilan rutin bulanan," ujarnya. 

Jika total keseluruhan utang lebih dari 30%, sebaiknya besar utang dikurangi. Caranya, bisa dengan melunasi sebagian utang yang ada atau memperpanjang jangka waktu utang tersebut. Ini dengan ekspektasi nilai cicilan utang bisa berkurang.

Aturan Wajib Jual-Beli Rumah dan Tanah


Seperti halnya dalam transaksi yang lain, jual beli rumah dan tanah juga mempunyai aturan-aturan tertentu dan hukum tanah yang harus diikuti oleh penjual atau pun pembeli. Beberapa aturan ini memang tidak tertulis, namun tetap harus diperhatikan karena menyangkut hukum tanah.

Peraturan jual beli tanah yang utama sudah pasti mengenai urusan akte. Antara pembeli dan penjual yang sudah bersepakat akan melakukan transaksi, harus membuat akte jual beli atau sering disebut AJB. AJB ini akan berguna pada saat balik nama sertifikat tanah yang dijual nantinya. AJB untuk jual tanah ini dibuat di PPAT, dengan melampirkan sertifikat asli tanah, KTP, bukti pembayaran pajak serta persetujuan keluarga penjual. Jika tidak membuat AJB, maka kedua belah pihak akan kesulitan saat balik nama sertifikat.

Untuk transaksi rumah dijual, selain ada AJB untuk tanahnya juga ada akte pengalihan untuk asset bangunan di atas tanah. Untuk mendapatkan akte pengalihan ini, maka ada ketentuan dasar yang harus dipenuhi. Sesuai dengan Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor Per-26/PJ/2010 tentang Tata Cara Penelitian Surat Setoran Pajak Atas Penghasilan dari Pengalihan Hak atas Tanah Dan/Atau Bangunan, maka pihak penjual sudah harus melunasi PPh yang didapat atas hak guna bangunan tersebut. Pajak sudah harus disetor ke kas Negara, yang dibuktikan dengan SSP. Jadi untuk kelancaran transaksi, lunasi dulu kewajiban di atas.

Selain itu, peraturan jual beli tanah juga mewajibkan transaksi terjadi di depan PPAT. Kenapa? Hal ini dimaksudkan untuk mendapatkan transaksi jual tanah atau jual rumah yang aman antara kedua belah pihak, terhindar dari tindak penipuan dan juga pembohongan publik. Selain itu, dengan dilakukan di depan PPAT, pembeli atau penjual juga akan mengetahui kewajiban serta hak yang harus dilakukan, mempermudah pengurusan surat-surat dan ijin. Namun selain itu, ada juga beberapa biaya yang harus dibayarkan untuk jasa PPAT ini.

Untuk peraturan rumah dijual, jika belum ada jual beli secara resmi maka segala hak dan kewajiban tetap ada di tangan penjual. Hal ini berlaku pada penjualan rumah di bawah tangan, apalagi jika masih dalam status kredit dan antara penjual serta pembeli akan melakukan over kredit. Jika tidak dengan orang yang dipercayai, maka sebaiknya jangan melakukan jual beli di bawah tangan.

Selain peraturan di atas, peraturan jual beli tanah yang harus diketahui adalah adanya Pajak Penjual dan Pajak Pembeli yang harus dibayarkan. Besarnya Pajak Penjual adalah sekitar 5% dari NPOP (Nilai Peroleh Objek Pajak), dibayarkan oleh orang yang menjual tanah. Sementara Pajak Pembeli dibayar oleh pembeli, nilainya sebesar 5% dari NPOP dikurangi NPOPTKP (Nilai Peroleh Objek Pajak Tidak Kena Pajak). Besar NPOP dan NPOPTKP sesuai dengan peraturan perundang-undangan daerah setempat.

4 Point Membeli Rumah Second



www.greenandara-residence.blogspot.com

Apakah Anda berencana membeli rumah second atau bekas? Jika iya, perhatikan baik-baik apa saja yang harus dipertimbangkan saat membeli rumah tersebut.

Saat ini, ada banyak sekali rumah bekas yang dijual. Harga yang ditawarkan sangat kompetitif, tergantung dari bentuk dan tentunya lokasi. berikut 10 hal yang harus diperhatikan saat membeli rumah bekas seperti dilansir freshome, Jumat (30/11/2012).


1. Lokasi
Ini merupakan masalah penting, pertama pikirkan bagaimana gaya hidup Anda sehari-hari. Apakah Anda termasuk orang yang sering menghabiskan waktu di pusat kota, serta bagaimana dengan anggota keluarga yang lain.

2. Ukuran
Luas serta ukuran rumah sangatlah penting. Pastikan berapa anggota keluarga yang akan menempati rumah tersebut. Pilihannya adalah rumah kecil berada di pusat kota atau rumah besar di pinggir kota. Karena saat ini jelas, rumah dengan ukuran yang luas biasanya harganya terbilang mahal.

3. Fasilitas
Setelah ketiga syarat di atas terjawab,s elanjutnya apa yang ANda inginkan dari rumah tersebut. Fasilitas seperti taman yang luas serta teras rumah yang cukup untuk menampung anak-anak bermain. Buatlah daftar apa saja bagian penting yang harus ada di rumah ANda seperti berapa jumlah kamar tidur, kamar mandi, dan lainnya.

4. Jangan Melihat Rumah dari Luarnya
Jangan cepat mengambil kesimpulan jika rumah yang Anda inginkan terdapat beberapa bagian yang kurang berkenan. Misalnya karpet usang, atau dinding kusam. Bayangkan, Anda bisa mengecat ulang bagian tersebut dan membuatnya indah sesuai keinginan.